Daerah Bangil di Jawa Timur punya satu kuliner khas yang bisa dicoba oleh traveler. Namanya nasi punel, nasi yang matangnya pas dan ditambah aneka lauk yang menggugah selera. Rasanya bukan seperti nasi biasa.

Jika rasa lapar melanda saat melintasi Bangil, maka sudah seharusnya menghentikan laju kendaraan anda dan mencari tempat makan. Salah satu yang wajib dicoba saat di sini adalah nasi punel.

Waktu itu kami sedang melakukan perjalanan menuju Bromo. Pada saat melintasi Bangil, rasa lapar memaksa kami untuk menghentikan perjalanan. Saat melintasi kantor Telkom Bangil, kami melihat tepat di seberangnya ada sebuah warung yang ramai pembeli, warung tersebut menjual nasi punel,  karena penasaran kami berhenti di sini kemudian memesan 2 porsi nasi punel.

Oh iya, warung yang kami singgahi ini namanya Warung nasi punel Hj. Lin salah satu warung yang menjual nasi punel yang ada di Bangil. Setelah menunggu sebentar akhirnya pesanan kami datang.

Pada dasarnya nasi punel ialah sama seperti nasi campur yang terdiri dari beragam lauk pauk di dalamnya. Di atas nasi ditaburkan serundeng atau parutan kelapa yang digoreng, dilengkapi dengan lentho/menjeng, tempe, tahu bumbu bali serta parutan kelapa yang diberi santan diberi bumbu agak manis dibungkus ke dalam daun pisang dan dikukus.

Sayurnya berupa sayur nangka muda atau yang di sini disebut lodeh tewel. Untuk pilihan lauknya kita bisa memilih empal (daging goreng), paru, babat, dendeng, ayam goreng, telur dadar dan lainnya. Dan makin lengkap lagi dengan tambahan sambel uleh pedas yang dicampur dengan irisan kacang panjang yang telah direbus.

Saya penasaran betul mengapa nasi ini disebut nasi punel, sehabis makan, saya pun bertanya kepada pelayan yang melayani kami, katanya punel artinya sama dengan pulen atau nasi yang matangnya pas, tidak terlalu lembek juga tidak terlalu kering.

Beras yang digunakan sama pada umumnya namun yang membedakan cara memasaknya yaitu agar nasinya pulen maka beras yang sudah dicuci bersih direndam dengan air panas sampai 15 – 20 menit, setelah itu baru ditanak seperti biasanya.

Jika nasi sudah matang, nasi segera diangkat dan dipindahkan ke wadah terbuka. Lalu, nasi yang masih panas didinginkan dengan dikipas–kipas dengan sesekali nasinya diaduk–aduk dengan maksud supaya nasinya agak menggumpal. Jadi inilah mengapa nasinya memiliki tekstur yang lembut atau pulen.

Puas makan dan bertanya – tanya mengenai nasi pulen, kami pun membayar pesanan kami, untuk pesanan kami yang terdiri dari nasi punel dengan lauk empal dan ayam serta es teh manis dikenai harga Rp 40.000, cukup murah bukan?

LEAVE A REPLY