img_4075
Gedung P3GI ini merupakan salah satu gedung tertua dan terbesar di kota Pasuruan, gedung ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, dimana gedung ini menjadi salah satu tempat pusat penelitian perkebunan gula.

Menurut informasi yang pernah saya pelajari dulu di sekolah.gedung ini didirikan pada tahun 1887 dengan nama “Proefstation Oost Java” atau POJ, itu kala nama kerennya, tapi kalau orang pasuruan sendiri sering menyebut gedung itu dengan nama Prop, mungkin lidah orang pasuruan ga sama dengan lidah orang bule… he,,he… jika temen-temen ingin tau lebih jelas tentang sejarah gedung P3Gi, disini saya lampirkan yang saya kutip dari sugarresearch.org

P3GI didirikan pada tanggal 9 Juli 1887 dengan nama “Het Proefstation Oost Java”. Ada dua hal yang melatarbelakangi berdirinya P3GI pada saat itu yakni:

1. Menanggulangi serangan penyakit “Sereh” yang menghebat melanda hampir seluruh tanaman tebu di dunia.

2. Mengimbangi dan memenangkan persaingan/ancaman gula bit khususnya dari Eropa

Dari dua permasalahan tersebut ternyata P3GI mampu mengendalikan dengan dirakitnya varietas unggul tahan penyakit Sereh yakni varietas POJ 2878. Sejak berdirinya P3GI hasil varietas rakitan P3GI diberi initial POJ = Proefstation Oost Java, dan sejak tahun 1957 diberi initial PS = Pasuruan.

Secara kronologis garis besar perjalanan sejarah P3GI adalah sebagai berikut:

* Tahun 1885 “Het Preofstation Midden Java” untuk pertama kali didirikan di Semarang.
* Tahun 1886 menyusul “Proefstation voor Suikerrient in West Java” didirikan di Kagok.
* Tahun 1887 “Proefstation Oost Java” didirikan di Pasuruan, dikenal dengan nama POJ
* Tahun 1893 Proefstation di Semarang ditutup.
* Tahun 1990 Proefstation di Kagok dipindahkan ke Pekalongan dan akhrinya ke Semarang.
* Tahun 1905 Proefstation di Semarang dan POJ Pasuruan secara Organisatoris menjadi satu dan pada tahun 1925 secara fisik organisatoris menjadi satu di Pasuruan.
* 1942-1945 POJ dikuasai oleh Pemerintah Jepang.
* Tahun 1945 Komite Nasional Indonesia mengambil alih POJ dari Pemerintah Jepang.
* Tahun 1947 pekerjaan rehabilitasi POJ dilakukan oleh Pemerintah Belanda.
* Dengan SK Mentan No. 229/Um/57 tanggal 10 Desember 1957 yang diperbaharui dengan SK Mentan No. 49/Um/57 tanggal 17 April 1958 POJ diambil alih Pemerintah Indonesia, dengan nama Balai Penyelidikan Perusahaan Perusahaan Gula (BP3G).
* Status Balai tersebut oleh “Dewan Pembina” sekarang dikembalikan seperti sebelum perang, yaitu suatu Balai Penyelidikan Perusahaan Perkebunan Gula yang diurus dan dibiyayai oleh perindustrian gula sendiri.
* Tahun 1963 BP3G pengurusannya diserahkan kepada Badan Pimpinan Umum Perusahaan Perkebunan Gula Negara (BPU-PPN Gula) Jakarta.
* Dengan SK Mentan No. 344/Kpts/Um/12/1968 Menteri Pertanian membentuk “Dewan Pembina BP3G” yang diserahi tugas mengurus BP3G.
* Tahun 1977-1978 diadakan diadakan rehabilitasi gedung BP3G yang penggunaannya diresmikan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Prof. Ir. Soedarsono Hadisapoetro pada tanggal 23 September 1978.
* Dengan SK Mentan No. 136/Kpts/OP/3/1978 diadakan perubahan susunan keanggotaan Dewan Pembina BP3G.
* Tahun 1986 dengan Akte Notaris telah dibentuk Asosiasi BP3G.
* Tanggal 11 Mei 1987 rapat Dewan Pembina mengubah nama BP3G menjadi P3GI (Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia).
* Tanggal 9 Juli 1987 P3GI merayakan hari jadinya ke 100 tahun, dan bertepatan dengan Peringatan Hari Jadi tersebut dilaksanakan Konferensi Gula Internasional ISSCT (International Sugar Society Conference Technology) yang dilaksanakan di Indonesia.

Dalam kiprahnya P3GI merupakan lembaga yang mengabdi pada industri gula, secara consern berpedoman pada Tri Dharma-nya yakni: Penelitian, Pelayanan, dan Pengembangan:

* Melaksanakan penelitian untuk meningkatkan produksi gula maupun pemanis lainnya.
* Menyampaikan hasil-hasil penelitian kepada klient (pengguna jasa) P3GI.
* Memberikan bantuan teknis dan teknologi pada klientnya.

Berdasar pada Tri Dharma tersebut P3GI diharapkan dapat berfungsi sebagai inovator dan merupakan ujung tombak pembangunan dan dapat:

* Menjadi pelopor pembaharuan dalam rekayasa dan merakit teknologi baru.
* Mengantisipasi masalah masa depan serta mencari jalan keluar pemecahannya.
* Tanggap terhadap tantangan yang timbul sehubungan dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
* Membantu dalam menanggulangi kesulitan-kesulitan para pengguna jasa P3GI.

Nah udah jelas kan sejarah tentang P3GI, semoga bisa membantu dan menambah pengetahuan teman-teman di kota pasuruan. Kalo ingat gedung ini saya jadi ingat kalo dulu saya pernah dan ssering banget ngelihat acara festival Band yang sering banget diadakan di gedung ini.
(Sumber: visitpasuruan.blogspot.com)

LEAVE A REPLY