0902-PASOEPATI-370x245Beritapasuruan.com, GUNUNG KIDULRombongan Pasoepati terlibat bentrok di Playen, Gunung Kidul, saat perjalanan pulang menuju Solo. Mereka harus pulang ke Solo melalui jalur Gunung Kidul, usai menyaksikan tim kebanggaannya melawan Persiba Bantul dalam lanjutan Liga 2, Minggu (7/5/2017).

 

Jalur tersebut harus ditempuh Pasoepati untuk kembali ke Solo, demi menghindari bentrokan dengan oknum suporter PSIM dalam perjalanan. Namun, bentrokan antarsuporter terjadi di Siyono, Playen, Gunung Kidul.

Salah satu warga Siyono, Kalista, mengaku mendengar suara tembakan dari luar rumahnya. Begitu dia keluar, dia melihat banyak orang mengendarai sepeda motor melewati jalan di depan rumahnya. “Tadi saya setelah mandi mendengar suara tembakan. Saya keluar, ada banyak orang,” kata dia ketika dihubungi Solopos.com, Minggu (7/5/2017).

Tak berselang lama, dia melihat beberapa orang ditangkap polisi. Menurut dia, setelah polisi datang dan menangkap beberapa orang, langsung terjadi bentrokan. “Sekarang sudah stabil. Sepertinya polisi mendorong mereka ke barat. Kejadiannya tadi menjelang Isya’. Namun sepertinya tidak ada rumah atau kendaraan warga yang rusak,” jelasnya.

Sementara itu, Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, sudah mendapat adanya laporan terkait bentrok di daerah Gunung Kidul. Namun, dia mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi.

“Tadi sekitar 2.000 rombongan [Pasoepati] diarahkan lewat Gunung Kidul dan dikawal oleh pihak Polda DIY. Mungkin teman-teman yang berada di dalam kawalan di serang oleh oknum suporter lain. Lalu teman-teman yang dikawal [Pasoepati] polisi juga berani. Saya carikan info dulu,” ujarnya.( elmp )

Sumber : Harian Jogja.com

LEAVE A REPLY