Berita Pasuruan – Makin mahalnya Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat inovasi di bidang teknologi terus bermunculan. Setelah muncul motor berbahan bakar listrik, kini muncul perahu nelayan sistem hybrid pembangkit listrik tenaga angin, surya dan aqua power.

Inovasi di bidang pelayaran ini pertama kali ditemukan oleh Suji Kuswahyudi. Warga asli Kota Pasuruan itu membuat riset setelah kegelisahannya melihat nelayan masih terlilit dengan BBM.

“Saya hanya berfikir bagaimana caranya supaya nelayan dalam mencari ikan di laut tidak lagi berfikir soal harga solar,” katanya.

Suji menambahkan, penelitian soal perahu itu dimulai sejak tahun 2000 silam. Lalu tahun 2014 dirinya melakukan riset. Dan pada tahun 2015  dirinya mendapat fasilitasi dari Balitbang Pronvinsi Jatim dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk menuntaskan hasil risetnya.

“Perahu ini dilengkapi dengan jakung penyeimbang perahu,” jelasnya.

Selain itu, perahu dengan panjang 12 meter dan lebar 1,2 meter itu juga telah dilengkapi dengan baterai litium atau baterai isi ulang. Hal itu sebagai antisipasi jika sistem yang dikembangkannya tidak berfungsi akibat mendung dan minim hembusan angin.

“Hanya saja akan mengurangi daya beroperasinya perahu,” jelasnya.

Perahu dengan sistem hybrid pembangkit listrik tenaga angin dan surya itu sudah dicoba selama 17 jam. Hasilnya, perahu tersebut mampu menghasilkan energi total sebesar 568 Wh.

Perahu itu juga mampu menampung beban 300 kilogram dengan empat orang nelayan. Perahu juga mampu melaju hingga kecepatan 12 knot.

LEAVE A REPLY