IMG_0562

Terletak di Dusun Talungnongko, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Berada di Gunung Ringgit menjadikan pertapaan ini sangat cocok untuk orang-orang yang suka menyepi, semedi, dan menenangkan rohani. Untuk mencapai pertapaan ini, dibutuhkan waktu sekitar 2 – 3 jam dari Desa Talungnongko. Medan yang menanjak dan cukup melelahkan akan terbayar dengan pemandangan yang indah dari atas pertapaan. Udara yang segar membuat suasana menjadi lebih menyenangkan.

Pertapaan Indrokilo banyak dipenuhi oleh arca-arca dan patung peninggalan zaman kerajaan dahulu. Meskipun kondisinya telah termakan zaman, Pertapaan Indrokilo ini masih terawat. Juru Kunci pertapaan ini adalah warga Talungnongko sendiri yang bernama Bapak Dul Azis. Disana juga disediakan tempat penginapan dengan biaya sewa seikhlasnya. Di komplek pertapaan terdapat Patung Raden Selo Panji, Patung Mbah Demang. Patung Raden Selo Panji awalnya berada di Desa Dayu Rejo, tetapi tidak diketahui mengapa sekarang berada di Pertapaan Indrokilo, sampai sekarang alas dari patung ini masih berada di Desa Dayurejo. Selain itu terdapat beberapa petilasan, salah satunya adalah petilasan tempat bertapanya Begawan Mintorogo atau Begawan Ciptaning, yang tidak lain adalah Raden Arjuna.

IMG_0570

Sebelum mencapai Pertapaan Indrokilo, akan disuguhkan Candri Satrio Manggung. Konon ceritanya Candi ini digunakan untuk menyambut tamu yang akan ke Indrokilo, bila tamu tersebut direstui maka akan dijemput di tempat ini dengan tanda-tanda ada ksatria yang bernyanyi layaknya burung perkutut gung. Setelah pertapaan, terdapat Candi Laras yaitu percandian yang berada setelah Pertapaan Indrokilo dan sebelum Goa Gambir. Goa Gambir sendiri di tebingnya selalu meneteskan air sepanjang musim, sehingga banyak yang percaya bahwa air dari goa ini dapat menyembuhkan penyakit dan membawa berkah. Tempat ini diyakini juga sebagai tempat yang sakral. (Safira Faiz Indarti)

IMG_0558

LEAVE A REPLY