Beritapasuruan – Masjid Jamik Al Anwar Kota Pasuruan memang bisa ditebak. Masjid ini dibangun dengan mengikuti konsep Sunan Kalijaga. Masjid tersebut berada di sebelah barat alun-alun Kota Pasuruan. Namun, kapan masjid ini persisnya dibangun? Itu yang tidak mungkin ditebak-tebak.

Konon, menurut cerita yang berkembang, Masjid Jamik Al Anwar ini dibangun oleh Kiai Hasan Sanusi. Beliau yang dikenal dengan nama Mbah Slagah bersama Mbah Sorga serta Raden Groedo yang pertama kali membangun masjid jamik. Meski dari cerita diketahui siapa pembangunnya, tapi kebanyakan tidak ada yang mengetahui persis tahun berapa masjid itu didirikan.

Hanya saja, menurut cerita dari mulut ke mulut yang pernah terdengar, masjid yang konon dulunya hanya bernama masjid jamik itu dibangun sekitar tahun 1500-an. Tapi ini belum bisa dibuktikan. Sebab, tidak ada bukti sejarah tertulis dari pembangunan masjid ini.

Namun, lepas dari kapan dibangunnya masjid Jami’ Al Anwar ini, masjid berlantai dua tersebut tetap menjadi kebanggaan masyarakat Kota Pasuruan. Bahkan saking bangganya, konstruksi masjid tersebut dijadikan contoh untuk membangun masjid-masjid lainnya di beberapa daerah di Pasuruan. Seperti masjid jami’ Bangil, masjid Pasrepan, dan masjid Lekok.

Masjid Jamik Al Anwar ini berlantai dua dan beralaskan marmer. Masjid ini memiliki beberapa bagian. Selain tempat salat, di bagian lain masjid tersebut terdapat bangunan lainnya. Seperti perpustakaan, balai pengobatan.Di bagian belakang kawasan kompleks masjid ada makam sejumlah ulama di Pasuruan antara lain Habib Hadi bin Shadiq, Habib Hadi bin Salim, KH Ahmad Qusyairi bin Shiddiq serta dua menantunya KH Ahmad bin Sahal Basyaiban dan KH Abdul Hamid bin Abdullah.

Masjid yang tidak pernah sepi dari jamaah ini oleh masyarakat Kota Pasuruan dijadikan pusat dakwah penuh dengan kedamaian. Bahkan, setiap malam Rabu, masjid ini dipastikan dipenuhi jamaah yang mendengarkan ceramah dan tidak hanya itu, setiap hari masjid ini tidak pernah kosong dari jamaah.

Salam Damai

LEAVE A REPLY