Bila Anda berkunjung ke obyek wisata Ranu Grati di Kabupaten Pasuruan. Rasanya kurang lengkap bila tidak membeli ikan lempuk yang kini menjadi salah satu oleh-oleh khas Pasuruan. Jumat, (03/10/2014).

Dengan ukurannya yang kecil menyerupai ikan teri dengan panjang sekitar 2-3 cm. Ikan lempuk apabila digoreng rasanya renyah dan gurih. Sehingga sangat cocok untuk menjadi teman makan dan pengganti kerupuk.

Isrina Khasanah (39), warga Desa Ranu Klidungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, yang sudah sekitar 10 tahunan membuka usaha jualan hasil olahan ikan lempuk ini, berbagi cerita kepada Kabarpas.com perihal awal mula dirinya merintis usahanya tersebut.

Ia menceritakan, konon ikan yang hidup di air tawar ini hanya bisa ditemukan di ranu (danau) Grati, Kabupaten Pasuruan. Namun, sayangnya waktu itu dirinya melihat ikan lempuk yang dipasarkan di Pasar Grati itu masih belum diolah dengan maksimal.

“Berawal dari situlah kemudian saya punya keinginan untuk melakukan eksperimen agar bisa mengembangkan ikan lempuk itu menjadi salah satu produk oleh-oleh Kabupaten Pasuruan,” ucap perempuan berkacamata ini, saat ditemui Kabarpas.com di toko miliknya yang berada di Jalan Pahlawan Ranuklindungan Grati, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Dengan ketelatenan, ia pun akhirnya mencoba melakukan eksperimen kecil-kecilan yaitu supaya lempuk bisa diolah menjadi kering, higienis, dan bisa tahan lama. Pasalnya, lempuk kering yang biasa dijual di pasar, hanya mampu bertahan seminggu. Selain itu, lempuk kering yang dijual di pasar kurang bersih.

“Kalau biasanya yang dijual di pasar itu cuma tahan seminggu karena dikeringkan dengan cara dijemur. Sehingga dari situlah saya mencoba keringkan dengan oven,dan ternyata hasilnya bisa tahan sampai satu tahun,” ucapnya.

Lebih lanjut, perempuan yang pernah mendapat Juara Ketiga Kategori Usaha Pemula Kelompok Makanan dan Minuman, Sampoerna Award 2013 ini mengatakan, kalau dari sepuluh penjual ikan lempuk yang dulunya masih aktif di daerahnya tersebut. Saat ini hanya tinggal satu orang.

“Waktu itu ada sepuluh orang yang saya bina untuk melakukan pengolahan ikan lempuk. Akan tetapi, kini tinggal satu orang yang masih konsisten bertahan,” kata Isrina.

Ditangannyalah, ikan lempuk mentah diolah menjadi beragam jenis oleh-oleh, diantaranya yaitu; Lempuk Krispy, dan Rambak Lempuk. Untuk Lempuk Krispy ia jual dengan harga Rp140.000 /1kg, sedangkan Rambak Lempuk Rp 45.000 /1kg, dan untuk Lempuk Kering per kota yang berisi 20 lembar (keping) dijual Rp 27.000.

Ia menambahkan, bahwa dalam sehari ia bisa menjual lempuk krisppy hasil olahannya itu sebanyak 2 kg. Sedangkan rambak atau kerupuk lempuk dalam sehari bisa laku 5-6 kg, selain itu untuk lempuk kering dirinya dapat menjual 100 bungkus untuk perbulan.

Selain itu, perempuan berjilbab ini mengatakan, kalau ikan lempuk banyak digemari masyarakat, karena memiliki rasa yang gurih dan tidak amis.

“Berdasarkan uji lab yang pernah dilakukan oleh Universitas Brawijaya, ikan lempuk mengandung kadar protein hingga 57,599 persen,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY