Warga Pasuruan dan sekitarnya pasti mengenal tempat wisata pemandian Banyu Biru. Tempat ini juga menjadi tujuan wisata yang menarik yang sedang dipromosikan oleh pemerintah kabupaten Pasuruan. Pemandian Banyubiru terletak di desa Sumber Rejo, yang berjarak kira – kira 20 km dari kota Pasuruan. Sebelum ke sana, ada baiknya kita simak yuk ..cerita dibalik pemandian yang konon bukan hanya tempat wisata tetapi juga merupakan cagar budaya di Pasuruan.
Pada jaman kerajaan Majapahit, mulailah terjadi invasi budaya Arab dan Islam ke dalam keraton Majapahit yang dibawa oleh pedagang – pedagang Arab. Salah satu petinggi kerajaan yang mulai memeluk agama Islam adalah Raden Patah yang sangat terkenal. Perubahan budaya ini mulai menimbulkan pro dan kontra di kalangan kerajaan sehingga menimbulkan perpecahan. Penghuni keraton yang masih memeluk agama Hindu mulai tersisih dan menyingkir ke Pasuruan, diantaranya sampai sekarang masih kita temui keberadaan mereka di wilayah Tengger. Dan sebagian lagi, tidak sampai ke dataran tinggi Tengger, mereka terpencar di daerah Pasuruan.
Pada waktu itu ada dua orang bekas prajurit Majapahit yang menyingkir dan membuka hutan untuk tempat pemukiman di Pasuruan yaitu Kebut dan Tombro. Mereka memilih tinggal di desa Sumber Rejo. Kebut diceritakan membuka usaha sebagai pembuat keris atau empu sedangkan Tombro memilih bertani dan beternak kerbau serta memelihara monyet.
Suatu hari, menjelang sore, Tombro biasanya menanti kedatangan kerbau – kerbau peliharaannya yang biasa mencari rumput sendiri di hutan sekitar rumahnya. Namun ketika dia melihat ke kandang kerbau, ternyata kerbau – kerbaunya belum juga pulang ke kandang. Maka Tombro segera mencari kerbau – kerbaunya hingga masuk ke dalam hutan di pinggir tempat mereka tinggal. Dan ia menemukan kerbau – kerbaunya sedang berkubang di sebuah kolam lumpur yang selama ini tidak pernah dilihatnya ada di hutan itu. Tombro menghalau kerbau – kerbau itu untuk segera keluar dari kubangannya tapi mereka tidak bisa beranjak dan seperti terjebak dalam lumpur. Kemudian Tombro beupaya menolong kerbaunya, akhirnya setelah berhasil keluar, Tombro melihat pemandangan yang menakjubkan dimana kolam lumpur itu berubah menjadi kolam air yang sangat jernih dengan air kebiru – biruan. Saking jernihnya air tersebut, sampai terlihat dasar kolam dengan sepasang ikan Sengkaring yang berenang disana.
Itulah cerita asal muasal pemandian Banyu Biru yang konon bernama Telaga Wilis. Untuk lebih jelasnya lebih baik anda segera meluncur ke sana untuk menyaksikan keindahan Telaga Banyu Biru. Tempatnya sangat mudah dijangkau dan seperti biasa, bila akhir pekan tiba tempat itu dipenuhi oleh wisatawan lokal.

LEAVE A REPLY