IMG_1567

Mbah ratu ibu memiliki nama asli Syarifah Khadijah, yang tak lain adalah putri dari Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) – Cirebon , Jawa Barat. Kompleks makam Mbah Ratu Ibu berada di kawasan rest area Swadesi, Bangil Pasuruan. Pemakaman yang diperkirakan berumur sudah ratusan tahun ini dulunya sama dengan kompleks pemakaman lainnya, sampai ada kyai yang mempercayai bahwa itu bukan makam dari orang biasa atau lebih tepatnya yakni seorang waliyullah perempuan yang mempunyai karomah yang luar biasa, barulah itu dibangun kijing dan bangunan untuk merawatnya. Konon semasa hidupnya perempuan yang memang berparas ayu (cantik) ini juga sering disebut Mbah Ratu Ayu.

Konon kisah tentang Mbah Ratu Ayu bermula ketika suatu saat putri Sunan Gunung Jati ini mendadak dirundung rasa kangen yang begitu dalam kepada kedua putranya yang tengah belajar agama di pondok pesantren milik Mbah Soleh Semendi di daerah Winongan, Akhirnya berangkatlah beliau mengunjungi kedua putranya, Sayid Arif Basyaiban di Segoropuro (Rejoso – Pasuruan) dan Sayid Sulaiman di Mojoagung (Jombang). Namun sepulang menjenguk kedua putranya, Mbah Ratu Ayu mendadak sakit saat di daerah Bangil dan akhirnya beliau meninggal. Setelah meninggal Syarifah Khadijah dimakamkan di pemakaman di kawasan yang sekarang disebut dengan “Wetan Alun” Bangil.

IMG_1557 IMG_1552

Dalam satu kompleks pemakaman ini kita dapat menemui 2 gedung pemakaman serta Musholla besar, dalam komplek ini terdapat beberapa makam diantaranya makam Syarifah Khadijah (Mbah Ratu Ayu/Ratu Ibu), Abdullah Bin Abdur Rahman, dan pembantunya, serta makam KH. Qosyim Muzammil, juga terdapat satu makam lagi yang terpisah dari bangunan ini, terletak di sebelah timurnya yaitu makam Habib Qosim Basyaiban. (Rosalita Eka Hidayati)

LEAVE A REPLY